Pengertian Domain

Domain adalah alamat dari sebuah website. Contoh seperti website ini domainnya adalah omarabdullah.id. Domain itu unik, tidak boleh sama setiap website. Semisal saya sudah memiliki domain omarabdullah.id, kamu tidak bisa menggunakan domain ini lagi. Karena domain ini bisa diibaratkan adalah alamat sebuah rumah. Jadi tidak boleh sama.

Dalam domain juga tidak boleh mengandung karakter spasi, tanda baca, dan huruf besar. Yang diperbolehkan hanya huruf dan angka. Domain kebanyakan berbayar. Contohnya harga untuk domain .com sekitar 100rb bergantung dari provider yang menjual domain tersebut.

Jenis-jenis Domain

Domain ada banyak sekali jenisnya. Pasti kamu pernahkan menemui domain .com, .net, .org, lalu ada juga .co.id, .com.au, dan lain-lain. Nah masing-masing domain tersebut memiliki jenis sendiri-sendiri. Ada yang nama TLD, ada ccTLD, dan lain-lain. Mari kita bahas bersama.

1. Top Level Domain (TLD)

Top level domain adalah jenis domain dengan kasta tertinggi dalam struktur domain yang ada di internet. Contohnya ada .com, .net, .org, .id, dan lain-lain.

Dan domain TLD juga banyak jenis-jenisnya sesuai fungsinya. Berikut jenis-jenis domain TLD:

a. Country Code Top Level Domain

Atau biasa disingkat dengan ccTLD. Yaitu jenis domain yang dibuat berdasarkan letak negara. Misalnya domain .id untuk negara Indonesia, .au untuk Australia, .sg untuk Singapura dan lain-lain.

Sebelumnya domain ini hanya bisa digunakan oleh mereka yang memang menjadi warga negara dari domain tersebut. Namun sekarang regulasi dilonggarkan menjadi siapa saja dapat membeli domain ccTLD dari negara manapun. Jadi misal ada orang Amerika, mau buat website dengan domain .id itu legal.

b. Generic Top Level Domain

Atau biasa disingkat dengan gTLD. Sesuai namanya, domain gTLD dapat digunakan oleh siapa saja dan merupakan jenis domain TLD yang paling populer. Contohnya yaitu .com, .net, .org, dan lain-lain.

c. Premium Top Level Domain

Premium top level domain merupakan jenis domain TLD yang dibuat sesuai penggunaanya. Contohnya adalah .travel, .website, .email, dan lain-lain. Dan domain jenis ini juga merupakan domain dengan harga paling tinggi di antara domain lainnya. Kenapa harganya mahal? Tentu karena sangat jarang yang menggunakan domain ini sehingga eksklusifitasnya tinggi.

Contoh penggunaannya misalnya ada website dengan domain ayojalan.travel yang merupakan website penyedia jasa travel.

2. Second Level Domain

Second level domain adalah penyebutan untuk nama yang kamu daftarkan sebagai domain kamu. Contohnya adalah omarabdullah.id, nah kata omarabdullah adalah second level domain saya.

3. Third Level Domain

Third level domain adalah subdomain dari domain kamu. Misal saya ingin membuat halaman produk, lalu saya membuat subdomain shop.omarabdullah.id, nah kata shop merupakan subdomain saya.

struktur domain & jenis domain

Cara Mencari Aged Domain

Aged domain adalah domain yang sudah memiliki umur dan authority. Kenapa harus mencari aged domain? Biasanya aged domain sudah memiliki skor index, backlink, dan juga DA/PA. Sehingga beda dari domain yang baru kita beli yang benar-benar masih fresh.

Apa fungsi aged domain? Macam-macam. Ada yang menggunakannya untuk keperluan SEO, seperti untuk PBN, redirect 301, menambah website, atau kadang juga ada untuk dijual kembali.

So bagaimana cara mendapatkannya? Silahkan kunjungi website expireddomains.net. Daftar, setelah itu login. Nah disana ada banyak sekali jenis-jenis domain, seperti ccTLD, TLD, dan lain-lain. Jangan lupa perhatikan metriks seperti DA/PA, alexa rank, dan lain-lain agar kamu mendapatkan domain yang berkualitas.

Selanjutnya jika sudah dapat, tinggal klik saja domainnya dan otomatis kamu akan di redirect ke website godaddy untuk melakukan transaksi.

Periode-periode Domain

1. Live Periode

Ini merupakan periode dimana domain kamu aktif. Masa berlakunya tergantung seberapa lama kamu mendaftarkan domainnya, bisa 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun dan seterusnya.

2. Grace Period

Ini adalah masa dimana domain kamu sudah melewati batas masa aktif dan kamu belum melakukan perpanjangan. Domain kamu sudah tidak bisa menampilkan website lagi. Disini kamu diberi waktu 40 hari untuk memutuskan domain kamu akan kamu perpanjang atau tidak.

3. Redemption Period

Di masa ini kamu masih bisa melakukan perpanjangan pada domain kamu. Tetapi biasanya harganya sudah naik berkali-kali lipat, atau kadang domain kamu sudah masuk pelelangan domain dan terpaksa jika ingin memperpanjang domain kamu harus ikut lelang juga.

4. Pending Deletion

Di masa ini domain kamu sudah tidak bisa diperpanjang lagi. Dan dalam waktu 5 hari, domain kamu baru bisa dibeli atau didaftarkan kembali dengan harga normal.

Sedikit tips untuk kamu yang khawatir lupa memperpanjang domain, rajin-rajinlah cek email. Karena provider dari domain kamu pasti akan memberi notifikasi tentang perpanjang domain kamu. Pengalaman saya saat domain kurang 30 hari lagi expired, provider hosting kamu akan mengirimkan email notifikasi untuk kamu. Dan itu terus menerus sampai batas tanggal ekspired domain kamu.

Disini saya menggunakan domainesia yang menurut saya ini adalah fitur yang bagus karena sangat membantu sekali. So untuk kamu, saya sarankan saat mendaftarkan domain gunakan email yang memang kamu gunakan setiap hari. So itu aja untuk hari ini, see you di tips-tips digital marketing selanjutnya!

Leave a comment

Get Started

Ingin paling awal mendapatkan notifikasi ketika saya memposting artikel baru? Subscribe sekarang juga!

omarabdullah.id © 2020. All rights reserved.

Terms & Conditions